Twitter Polres

Kapolres Metro Jakarta Pusat

Kapolres Metro Jakarta Pusat

Press Room Komisi Yudisial Republik Indonesia

Kamis, 04 Mei 2017 pukul :'11.20  s/d Pukul :11.45 Wib, telah berlangsung Kegiatan Audensi antara Pengurus Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) yang berjumlah 30 orang dengan Pihak Komisi Yudisial RI  di Press Room Komisi Yudisial RI Jl. Kramat Raya No. 57 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

A. Hadir dari pihak GNPF MUI :
1. Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua GNPF MUI) 
2. DR Kapitra Ampera (Tim Advokasi GNPF MUI) 
3. Prof Aminuddin
4. Ustadz Zaitun Rasmin 
5. Habib Husein

B. Perwakilan GNPF MUI diterima oleh : 
1. Ketua Komisi Yudisial RI  Dr Aidul Fitriciada Azhari, SH, M.Hum.
2. Komisioner KY RI Dr Farid Walji, SH,  M.Hum
3. Kabag Pengaduan Biro Waskim Bp Indra Syamsu

C. Kegiatan audensi tersebut  berkaitan dengan akan digelarnya Sidang Putusan Kasus dugaan Penistaan Agama dengan terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama  oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari Selasa tanggal 9 Mei 2017 di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan.

1. Ustadz Bahtiar Nasir mengatakan :  
Saat ini puncaknya ormas Islam menanti Putusan sidang penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama, apalagi kami kecewa setelah dibacakan Tuntutan dari Jaksa Penuntut Unum.
Besok kami akan bermunajad di Masjid Istiqlal memohon doa ke Allah SWT agar diberikan putusan menjelang Sidang Putusan.  

2. DR Kapitra Ampera mengatakan : 
Kami datang ke sini sesuai kewenangan dari Komisi Yudisial RI untuk mengawasi, bahwa dari persidangan awal kami tidak menemukan fakta penodaan agama bukan penodaan golongan. Bukannya kami minta Komisi Yudisial untuk mengintervensi kasus tersebut. 
Tujuan lain adalah bahwa ini momentum, ini dapat dijadikan perhatian bagi Komisi Yudisial RI untuk melaksanakan wewenangnya.  

3. Habib Husein mengatakan : 
Saya salah satu pelapor dalam kasus tersebut pada tanggal 7 Oktober 2016. Saya melaporkan Pasal Penodaan Agama yang tercantum dalam Pasal 156A dan Pasal 156. Fakta yang ada di persidangan nyata- nyata tidak disinggung Penodaan agama.  Kami mengatasnamakan 39 ormas Islam meminta Komisi Yudisial RI untuk melakukan pengawasan terhadap persidangan ini. Kami hanya mengharap keadilan di negara ini,  bukalah mata nurani ini.  

D. Tanggapan yang disampaikan Ketua Komisi Yudisial RI menyampaikan : 
Saya ucapkan apresiasi kepada alim ulama,  habaib,  para santri yang telah mengedepankan budaya hukum dan hal ini saya sudah sampaikan ke Bapak Presiden. Apalagi masyarakat memilih proses hukum maka kehidupan masyarakat akan lebih tertib. Berkenaan dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama,  saya tahu persis adanya intervensi dalam kasus tersebut tapi saya tidak bisa sampaikan di forum ini.  Silahkan Polisi jaga keamanan di setiap aksi. Saya sudah berusaha agar intervensi tersebut lebih dalam dan hal ini saya sudah sampaikan kepada Menkopolhukam dan Kapolri.

Dari awal saya sudah masuk dalam pengawasan persidangan dan banyak pihak yang tidak tahu, Intervensi tidak boleh ada dalam kasus tersebut baik dari kekuasan baik eksekutif, legislatif atau bahkan dari media.  Kami sayangkan beberapa waktu yang lalu Kapolda mengirim surat agar ditunda pembacaan tuntutan oleh JPU.  Kami yakin sampai saat ini Hakim masih mempunyai independensi dalam persidangan tersebut. Kasus pak Basuki ini telah terkuras energi baik di dalam negeri maupun luar negeri.  Saya bersyukur teman teman dari Habib dan santri bermunajad kepada Allah SWT agar para Hakim diberikan petunjuk dalam melaksanakan persidangan tersebut.

E. Pukul 11.45 wib kegiatan Audiensi selesai dilanjutkan konferensi pers oleh pengurus GNPF MUI.

(HUMAS POLSEK SENEN)