Twitter Polres

Kapolres Metro Jakarta Pusat

Kapolres Metro Jakarta Pusat

Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Pengurus Pusat KAMMI dan PB HMI di kantor Kementerian Luar Negeri

Pada hari Kamis, 7 September 2017 telah dilaksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Pengurus Pusat KAMMI dan PB HMI di kantor Kementerian Luar Negeri Jalan Pejambon No.6 Kelurahan Senen, Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Jumlah massa ± 100 orang, penanggung jawab Sdr. Kartika Nurahman dan Bayu Anggara (PP KAMMI) serta Sdr. Agus Harta (PB HMI).Hp.085697144496.

Pengamanan dipimpin oleh  Kapolsek Senen Kompol Indra S.Tarigan, S.Sos, SH.

Kapam Objek : Kapolsek Senen Kompol Indra. S Tarigan, S.Sos, SH. Jumlah : 117 personil.

Pukul : 15.20 Wib,Massa Aksi dari KAMMI dan PB HMI tiba di Kantor Kementerian Luar Negeri  RI Jalan  Pejambon No.6 Senen, Jakpus. jumlah massa ± 100 orang.

Tuntutan :  

a). Mendesak pemerintah untuk menekan pemerintah Myanmar agar segera menghentikan tindakan kejahatan kemanusiaan.
b). Mengutuk tindakan kejahatan kemanusiaan Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya oleh aparat keamanan setempat.
c). Apabila dalam tempo 3 x 24 jam pemerintah Myanmar tidak menghentikan tindakan kejahatan tersebut, pemerintah Indonesia agar memutus hubungan diplomatik dengan pemerintah Myanmar.
d). Meminta ASEAN untuk menekan pemerintah Myanmar  agar menghentikan tindak kejahatan dan mengeluarkan Myanmar dari keanggota ASEAN.

Pada pukul 15.30 wib, massa melakukan orasi dan menggelar spanduk /poster yg bertuliskan :
1.  Ayo bantu Rohingya #save Rohingnya #
2. Adili sampah kemanusiaan. 

Orasi yang disampaikan :

"Kita disini menyampaikan aspirasi umat muslim didunia. Benerapa minggu yg lalu di Rohingnya terdapat pembantaian kepada kaum muslim di Myanmar. Kami mengapresiasi karena Ibu Retno Marsudi (Selaku Kemenlu) telah melakukan hubungan bilateral terhadap Myanmar, namun belumlah puas atas pertemuan tersebut. Kami meminta Indonesia terdepan dalam penanganan konflik di Myanmar". 

Haidir Ali (KAMMI) :
"Kita mahasiswa dan juga rakyat Indonesia adalah kawan dimana menyampaikan aspirasi. Di Myanmar telah terjadi genosida dimana kejahatan International. Etnis Rohingya dibantai oleh Militer Myanmar disana dan PBB hanya diam menyikapi kejahatan yg terjadi di Myanmar".

Boimin (Ketum Kumham HMI Jak-Sel) :
"Pancasila adalah orang yg jiwanya bersih. Kalau saja Aparat mempunyai jiwa yg bersih janganlah mengibarkan bendera Myanmar dalam sana. Polisi di hadapan kita juga menutup matanya karena membiarkan bendera Myanmar masih berkibar disini. Pada awal Agustus kemarin Kemerdekaan Indonesia diciderai oleh Aparat Kepolisian kita karena telah menggebuki kita ketika kita aksi kemanusiaan di Palestina. Kalau saja saya tidak dihalangi saya akan bakar bendera Myanmar di dalam sana".

Mulyadi Tamsir (Ketum PB HMI) :
"Kita umat Islam Indonesia diajatkan tentang Pancasila dan hak manusia memperjuangankan saudara kita di Myanmar dimana hak untuk mendapatkan hidup layak dan kewarga negaraan. Kami tidak meng intervensi Pemerintah saat ini tp kita menuntut Kemenlu utk menciptakan ketertiban dunia dimana memperjuangkan hak hidup saudara kita Etnis Rohingya. Kami meminta bubatkan Kedubes Myanmar yg ada di Indonesia".

Nurakhman Kartika (Ketum PP KAMMI) :
"Tahun 2015 lalu laporan dari Inggris bahwa terjadi kekerasan di Myanmar adalah tahapan-tahapan menuju Genosida Etnis Rohingya dan terjadi Genosida yg terstruktur disana, maka dari itu kita bergerak membantu kemanusiaan saudara kita di Myanmar".

Humas Polres Metro Jakarta Pusat - Adhi