Twitter Polres

Kapolres Metro Jakarta Pusat

Kapolres Metro Jakarta Pusat

UNJUK RASA KOPMA GPII DEPAN KEDUBES MYANMAR, MENTENG

Pengamanan unjuk rasa Korps Mahasiswa (KopMa) GPII depan Kedutaan Besar Myanmar Jalan H. Agus Salim No. 109 Menteng, Jakarta Pusat. Selasa, 5 September 2017. Ratusan Personil dilibatkan dalam pengamanan unjuk rasa Mahasiswa tersebut yang terdiri dari Polda, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Jakarta Pusat. 

Demo tersebut dikarenakan karena militer Myanmar terakhir-terakhir ini yang secara membabibuta melakukan kekerasan terhadap etnis Rohingya, sehingga tidak kurang dari 3000 orang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh dan kurang lebih 800 orang yang menjadi korban, termasuk perempuan dan anak-anak. Atas tindakan dan brutal Myanmar yang tidak berperikemanusiaan dan tidak berkeadaban tersebut. Ketua Umum Korps Mahasiswa (KopMa) GPII Bapak Zulfikar Fauzi (Mat Peci).

Korps Mahasiswa (KopMa) GPII menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

1). Mendesak PBB untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas atas tragedi kemanusiaan yang terjadi terus menerus di Myanmar, dan mengambil alih penanganan dari pemerintah Myanmar yang terbukti secara meyakinkan tidak melakukan penganganan secara serius, bahkan melakukan pembiaran.

2). Mendesak Negara-negara ASEAN untuk menyamakan sikap politik dan dan membekukan keanggotaan Myanmar dari ASEAN.

3). Mendesak para aktivis HAM dan kemanusiaan di seluruh dunia untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus Genosida etnis Rohingya, sehingga tragedi kejahatan kemanusiaan ini bisa segera dihentikan.

4). Mendesak Pemerintah Bangladesh untuk lebih mengedepankan pertimbangan kemanusiaan dan membuka perbatasan untuk memberi kesempatan bagi etnis Rohingya sehingga bisa menyelamatkan diri dari kebrutalan militer Myanmar.

5). Meminta kepada Pemerintah Indonesia, demi alasan kemanusiaan untuk mempertimbakan secara sungguh-sungguh dan mendalam tentang pemutusan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Myanmar.

6). Meminta tragedi pembantaian Rphingya di bawa ke Mahkamah Internasional.

7). Mencabut Hadiah Nobel Perdamaian untuk Aung San Suu Kyi Hadiah itu patut dikembalikan karena peraihnya dianggap melakukan pengkhianatan dari esensi Nobel Perdamaian dengan membiarkan tragedi Rohingya terjadi di depan matanya.

8). Menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk bersikap dan berbuat, sebagai perwujudan dari ukhwuah islamiyah dalam meringankan beban Rohingya dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

9). Kami Korps Mahasiswa (KopMa) GPII siap dikirim ke Myanmar untuk menjadi Mujahid membantu Rohingya.

Humas Polres Metro Jakarta Pusat _ Adhi